Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Mayjen TNI Taufik Budi Santoso, S.Hub.Int., M.H.I., menghadiri kegiatan peringatan 75 tahun kemitraan Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta 80 tahun berdirinya PBB, yang digelar di Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta.

Kegiatan yang mengusung tema “Menjaga Dunia, Merajut Harmoni: Peran Indonesia dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian” tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri RI bekerja sama dengan PBB di Indonesia, dan dihadiri sekitar 300 peserta dari unsur pemerintah, korps diplomatik, lembaga internasional, akademisi, Perwakilan Pejabat Utama PMPP TNI serta perwakilan pemuda.

Dalam rangkaian kegiatan, Mayjen TNI Taufik Budi Santoso, S.Hub.Int., M.H.I., tampil sebagai narasumber pada talk show bertema “Peran Indonesia dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB dan Peran Pemuda dalam Perdamaian Global.”

Dalam kesempatan tersebut, beliau menegaskan komitmen TNI untuk terus menjaga kehormatan Indonesia di dunia Internasional melalui misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB.

“Pasukan penjaga perdamaian Indonesia merupakan duta bangsa yang membawa semangat kemanusiaan, persaudaraan, dan profesionalisme di setiap penugasan. Dari Lebanon hingga Kongo, mereka tidak hanya membawa bendera Merah Putih, tetapi juga membawa nilai-nilai perdamaian dan solidaritas,” ujar beliau.

Hingga tahun 2025, Indonesia menempati posisi kelima terbesar di dunia sebagai negara penyumbang pasukan penjaga perdamaian PBB, dengan lebih dari 2.700 personel yang bertugas di berbagai misi, termasuk MONUSCO, UNIFIL, MINUSCA, UNMISS, dan MINURSO.
Melalui kehadirannya, PMPP TNI menegaskan peran aktif Indonesia dalam mendorong perdamaian global serta memperkuat citra bangsa di kancah internasional.

Peringatan ini sekaligus menjadi momentum memperkokoh semangat Garuda Peacekeepers sebagai wujud nyata kontribusi Indonesia dalam menciptakan dunia yang aman, damai, dan harmonis serta sesuai dengan semangat dan cita-cita bangsa indonesia yang tertuang dalam UUD 1945 “..Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *