​Bangui, Afrika Tengah – Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda XXXVII-K MINUSCA menggelar rapat strategis untuk merencanakan pembangunan lahan Disposal Area dan Lapangan Tembak di Ucatex Minusca, Bangui. Proyek vital yang berlokasi di PK 39 (Bangalakédé) ini bertujuan untuk mendukung kebutuhan operasional pasukan perdamaian PBB (Minusca) dan Angkatan Bersenjata Afrika Tengah (FACA). Pengerjaan infrastruktur ini diperkirakan akan memakan waktu selama dua setengah bulan dengan melibatkan sekitar 22 personel ahli dari Kontingen Indonesia. 27/08/2025

​Dalam rapat yang sama, dibahas pula sebuah inisiatif inovatif dari Satgas Kizi Minusca XXXVII-K, yaitu pembuatan prototipe Incinerator (alat pemusnah) khusus untuk munisi yang telah kedaluwarsa. Rencana ini merupakan solusi cerdas untuk mengatasi tantangan pemusnahan amunisi secara aman dan ramah lingkungan di daerah misi. Jika prototipe ini disetujui, alat tersebut akan diproduksi secara massal untuk digunakan oleh seluruh Troop-Contributing Countries (TCC) yang bertugas di wilayah Afrika Tengah, menjadi standar baru dalam manajemen materiel di misi perdamaian.

​Komandan Satgas (Dansatgas) Kizi, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., menyatakan bahwa proyek ini adalah bukti komitmen Indonesia dalam memberikan kontribusi terbaiknya. “Pembangunan disposal area, lapangan tembak, dan inovasi insinerator ini adalah wujud nyata kontribusi kami, tidak hanya dalam pembangunan fisik tetapi juga dalam menghadirkan solusi efektif untuk tantangan operasional di misi ini. Kami berharap fasilitas ini dapat meningkatkan kapabilitas serta keamanan bagi seluruh personel Minusca dan Faca, sekaligus menunjukkan kemampuan dan dedikasi Kontingen Garuda dalam mendukung perdamaian dunia,” ujarnya.

​Inisiatif ganda ini menegaskan peran penting Kontingen Indonesia khususnya Satgas Kizi Minusca XXXVII-K tidak hanya sebagai pelaksana mandat perdamaian, tetapi juga sebagai inovator yang mampu memberikan solusi teknis untuk kebutuhan seluruh komponen misi Minusca. Keberhasilan proyek ini nantinya akan menjadi warisan berharga dari Indonesia untuk meningkatkan efektivitas dan keamanan operasi perdamaian di Republik Afrika Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *