Lebanon Selatan, 18 Februari 2026

Tim Military Community Outreach Unit (MCOU) melaksanakan Education Program Activity di Desa Bint Jubayl (V4). Kegiatan ini secara resmi diterima dan diawasi langsung oleh Kepala Sekolah, Ibu Rana Hammoud.

Sekolah ini tetap beroperasi secara mandiri meski menghadapi keterbatasan serius. Hingga saat ini, belum ada dukungan dari pemerintah, sementara 9 guru belum menerima gaji sejak tahun lalu. Jumlah siswa juga berkurang dari 250 menjadi 200 akibat dampak serangan udara Israel yang memaksa sejumlah keluarga kehilangan tempat tinggal.

🎓 Saat ini, sekolah menampung:

  • 200 siswa
  • 40 siswa pengungsi Suriah
  • 2 siswa Palestina

Proses belajar dibagi dua shift, dengan kelas sore bagi siswa pengungsi yang didukung oleh UNICEF. Selain itu, dukungan bahan bakar dari Lebanese Armed Forces di awal musim dingin membantu menjaga kenyamanan belajar siswa.

Kepala Sekolah yang juga berprofesi sebagai psikolog turut menangani dampak psikologis anak-anak akibat pandemi COVID-19 dan konflik bersenjata. Kondisi ini menambah beban, namun tidak mengurangi komitmen sekolah untuk terus memberikan pendidikan terbaik.

Sebanyak 90 siswa mengikuti Education Program dengan antusias. Suasana penuh semangat, interaktif, dan menunjukkan bahwa kegiatan edukatif-sosial sangat dibutuhkan di wilayah dengan keterbatasan.

Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan keceriaan, tetapi juga mempererat hubungan antara UNIFIL dan masyarakat lokal. Kepala Sekolah berharap program serupa dapat terus dilaksanakan dan mengundang MCOU pada perayaan Hari Ibu bulan Maret mendatang.

Program ini dinilai berdampak positif dan direkomendasikan untuk dilanjutkan serta diperluas ke sekolah lain di Lebanon Selatan guna memperkuat kepercayaan komunitas dan stabilitas sosial.