Dyango Training Ground, Bunia. Democratic Republic of Congo Pada 7 November 2025.

Sebuah program Capacity Building bagi 667 FARDC Personnel Of 32ND Military Region sukses digelar dari 5 Oktober hingga 5 November 2025. Inisiatif ini terwujud berkat kolaborasi erat antara Indo RDB XXXIX-G, Nepal Batt, dan Ban RDB, yang bekerja di bawah mandat MONUSCO. Dibawah pimpinan Kapten Inf Azlan Azwar T beserta 10 Orang Lainnya , Prajurit dari Indonesia memberikan materi pelatihan yang dirancang komprehensif, mencakup pengenalan senjata ringan, taktik militer (baik serangan maupun pertahanan), peraturan baris berbaris, pengenalan senjata bantuan seperti Mortir 60 LR dan 81 Tampela, teknik survival, patroli jalan kaki dan kendaraan, strategi ambush dan anti-ambush, pemahaman Hukum HAM Humaniter, penyuluhan kesehatan tentang HIV/AIDS, serta bela diri.

Pelatihan ini tak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan tempur, tetapi juga pada pembentukan karakter serta kesadaran hukum para prajurit FARDC. Melalui materi peraturan baris berbaris dan latihan bela diri, disiplin serta ketegasan prajurit diperkuat, dan karakter kepemimpinan yang solid ditanamkan di setiap tingkatan. Lebih lanjut, materi tentang Hukum HAM Humaniter dan penyuluhan HIV/AIDS diberikan untuk meningkatkan kesadaran moral dan tanggung jawab terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Dengan demikian, diharapkan prajurit FARDC tak hanya memiliki kekuatan fisik, tetapi juga fondasi moral yang kuat dalam menjalankan tugas mereka.

Upacara penutupan latihan ini di hadiri oleh Gubernur Ituri sebagai tamu kehormatan, beserta Panglima daerah militer ke 32, Komandan PNC, Wakil Komandan Sektor utara, Kepala Kantor Bunia dan Komandan Kontingen Monusco. Kegiatan Capacity Building ini menjadi wadah untuk mempererat sinergi dan kerja sama internasional antara Indo RDB, Nepal Batt, dan Bangladesh RDB dalam misi perdamaian di bawah MONUSCO. Keterlibatan para pelatih dari berbagai negara tak hanya meningkatkan interoperabilitas antar pasukan, tetapi juga memperkuat kepercayaan dan koordinasi lintas negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *