Lebanon Selatan – 29 Desember 2025
Tim MCOU mengunjungi Gereja St. George di Tibnin setelah menerima undangan dari Pastor Marius Khairallah untuk menghadiri Misa Kudus. Setibanya di lokasi, tim bertemu dengan pastor paroki yang menyampaikan keprihatinannya terkait tantangan komunikasi dan koordinasi yang masih berlangsung antara pihak gereja dan pemerintah munisipalitas setempat. Tantangan tersebut, menurutnya, berdampak pada pengelolaan kunjungan serta penyaluran donasi yang ditujukan bagi komunitas Kristen di Tibnin.


Pastor Khairallah menyoroti adanya ketegangan terkait kewenangan dan tanggung jawab. Pihak paroki berpendapat bahwa bantuan yang berkaitan dengan gereja seharusnya dikoordinasikan langsung melalui paroki. Namun, pihak munisipalitas beranggapan bahwa seluruh kegiatan di wilayah tersebut berada di bawah yurisdiksinya dan oleh karena itu harus diketahui serta melibatkan pemerintah setempat. Perbedaan pandangan ini tercermin dalam kegiatan donasi terbaru yang dilakukan oleh kontingen Prancis, di mana bantuan disalurkan melalui sebuah pusat sosial tanpa melibatkan pihak paroki, sehingga gereja tidak dilibatkan dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi salah sasaran bantuan.



Dalam kegiatan tersebut, Mukhtar komunitas Kristen, Mr. Abdul Addad, turut bergabung dalam diskusi dan mendampingi tim untuk menilai kerusakan yang dialami gereja akibat serangan udara di sekitar lokasi. Ledakan tersebut menyebabkan kerusakan pada atap gereja dan menghancurkan sejumlah kaca patri. Mr. Addad menjelaskan bahwa IrishPolBatt telah melaksanakan perbaikan sementara pada atap untuk mencegah kebocoran air selama musim hujan, sehingga gereja tetap dapat digunakan.

Tim kemudian menghadiri Misa Kudus, di mana Pastor Khairallah secara terbuka menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan UNIFIL, yang disambut hangat oleh jemaat. Setelah ibadah, tim bertemu dengan anggota komunitas di aula paroki. Warga secara terbuka menyampaikan kekhawatiran mereka mengenai masa depan UNIFIL dan stabilitas wilayah. Interaksi tersebut mencerminkan keterikatan kuat masyarakat terhadap tanah, warisan, dan identitas komunitas mereka, serta kepercayaan mendalam terhadap UNIFIL sebagai penjamin utama keamanan dan stabilitas.
