Women Peacekeeper Training (WPT) Angkatan ke-4 Tahun 2025 secara resmi ditutup melalui upacara penutupan yang dilaksanakan dengan tertib dan khidmat di Auditorium PMPP TNI. Pelatihan ini berlangsung sejak tanggal 12 hingga 21 Desember 2025 dan diikuti oleh 52 prajurit wanita TNI yang terdiri atas 7 Perwira dan 45 Bintara dari berbagai satuan. Berdasarkan hasil evaluasi, seluruh peserta dinyatakan telah memenuhi kemampuan perorangan sesuai dengan sasaran kualitatif latihan sebagai bagian penting dari tahap persiapan penugasan Kontingen UN Indonesia dalam misi pemeliharaan perdamaian dunia (Sentul, Bogor, Minggu, 21 Desember 2025).




Kegiatan WPT Angkatan ke-4 Tahun 2025 sebelumnya dibuka secara resmi oleh Komandan PMPP TNI Mayjen TNI Taufik Budi Santoso, S.Hub.Int., M.H.I., pada tanggal 12 Desember 2025, yang didampingi oleh para Pejabat Utama PMPP TNI. Dalam sambutannya, Komandan PMPP TNI menjelaskan bahwa pelatihan WPT mulai diselenggarakan sejak tahun 2021 seiring dengan meningkatnya kebutuhan serta peran perempuan dalam misi pemeliharaan perdamaian yang semakin kompleks dan dinamis. Oleh karena itu, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, kemampuan teknis, serta kesiapan mental prajurit wanita TNI sebelum diterjunkan ke daerah operasi.
Komandan PMPP TNI juga menekankan beberapa hal penting kepada seluruh peserta, antara lain agar senantiasa menjaga loyalitas, kehormatan, dan kesehatan, bersungguh-sungguh dalam mengikuti setiap rangkaian latihan, meyakini bahwa seluruh materi yang diberikan oleh instruktur dan pelatih memiliki manfaat besar dalam penugasan, serta selalu memanjatkan doa dalam setiap pelaksanaan kegiatan.




Setelah seluruh rangkaian pelatihan selesai, Women Peacekeeper Training (WPT) Angkatan ke-4 Tahun 2025 secara resmi ditutup pada Minggu, 21 Desember 2025, di Auditorium PMPP TNI. Dalam sambutan penutupan Komandan PMPP TNI yang dibacakan oleh Komandan Satuan Latihan PMPP TNI, Kolonel Marinir Dody Hairudin Siregar, S.E., M.Sc., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi, disiplin, serta semangat seluruh peserta selama mengikuti pelatihan. Selain itu, ditegaskan bahwa peran prajurit wanita TNI dalam operasi pemeliharaan perdamaian dunia merupakan kebutuhan nyata yang menuntut kesiapan, kemampuan, dan profesionalisme yang setara dengan prajurit pria.




Rangkaian kegiatan penutupan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan kesiapan 52 Garuda Muda Wanita TNI dalam mengemban tugas mulia menjaga perdamaian dunia. Turut hadir dalam kegiatan tersebut para perwakilan perwira senior dari masing-masing satuan, instruktur, serta pelatih PMPP TNI.
