Adchid Al Qusayr, 02 Agustus 2025 – Lebanon Selatan. Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga perdamaian, keamanan dan keselamatan masyarakat Lebanon Selatan, Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-S/UNIFIL bersama dengan Lebanese Armed Forces (LAF) kembali melaksanakan patroli rutin gabungan di wilayah misi.


Dalam patroli gabungan ini diikuti oleh 8 personel dari Kompi D Indobatt, 38 personel dari Kompi A Indobatt dan 15 personel LAF serta didampingi Spanyol Engineering. Operasi tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Hidden Threat XI yang dipimpin langsung oleh Dantim Patroli Lettu Inf Andi Pababari.



Operasi Hidden Threat merupakan upaya preventif untuk mendeteksi dan mengamankan wilayah yang berpotensi menyimpan bahaya bahan peledak sisa konflik, yang dikenal sebagai UXO (Unexploded Ordnance). UXO adalah bahan peledak yang tidak meledak saat digunakan dan masih memungkinkan terjadi ledakan berbahaya, yang bisa mengancam keselamatan warga sipil maupun personel militer di daerah tersebut.


Selama patroli yang dilaksanakan di area bekas pemukiman warga Desa Frun, tim gabungan berhasil menemukan sebuah objek yang dicurigai sebagai UXO. Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada Markas Sektor Timur untuk selanjutnya ditindaklanjuti oleh tim penjinak bahan peledak.



Keberhasilan operasi ini menegaskan pentingnya patroli rutin dan sinergi antara Indobatt dan LAF dalam menjaga keamanan lingkungan dari ancaman tersembunyi. Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S berkomitmen untuk terus mendukung upaya pembersihan wilayah dari UXO, guna memastikan tidak ada lagi ancaman bagi masyarakat sipil di masa yang akan datang.

“Keselamatan masyarakat sipil adalah prioritas utama kami dalam setiap operasi. Patroli gabungan ini tidak hanya meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga memperkuat hubungan dan kerja sama antara TNI dan LAF,” ungkap Lettu Inf Andi Pababari usai kegiatan.
