Komanda, Republik Demokratik Kongo, 2 Agustus 2025 โ€” Pasca insiden penyerangan oleh kelompok bersenjata pada 27 Juli 2025 lalu di wilayah Desa Buliki, Komanda, Kontingen Garuda yang tergabung dalam Satgas Indo RDB 39-F MONUSCO terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya kemanusiaan serta pemulihan keamanan di wilayah terdampak.

Salah satu bentuk respon awal yang dilakukan adalah memberikan bantuan dalam prosesi pemakaman para korban di Bienereuse Anwarite Catholic Church. Kegiatan ini didukung langsung oleh tim patroli dari POB Komanda di bawah pimpinan Wakil Komandan Satgas, Letkol Inf Edward Samosir, serta melibatkan penggunaan alat berat berupa excavator dari Nepal Engineering Company (NEC) untuk mempercepat proses penggalian dan penutupan makam.

Sebagai bagian dari upaya menciptakan stabilitas jangka pendek dan jaminan rasa aman bagi masyarakat, INDO RDB 39-F juga mengintensifkan kegiatan patroli selama 24 jam di sekitar wilayah Komanda, khususnya di area-area yang dianggap rawan terhadap potensi pergerakan kelompok bersenjata ilegal. Patroli ini dilaksanakan secara terpadu bersama unsur FARDC dan PNC, sebagai bentuk sinergi keamanan serta langkah membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran pasukan perdamaian PBB.

Selain operasi keamanan, Satgas INDO RDB 39-F turut melaksanakan Key Leader Engagement (KLE) dengan berbagai tokoh masyarakat, aparat lokal, dan pemimpin komunitas. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membangun jalur komunikasi yang efektif serta membentuk Community Alert Network (CAN) sebagai sistem peringatan dini berbasis masyarakat. Melalui KLE ini pula, INDO RDB 39-F menjalin koordinasi dengan pemerintah desa guna merancang kegiatan kegiatan CIMIC untuk memberikan dukungan nyata kepada warga terdampak, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran Pasukan Perdamaian PBB di wilayah tersebut.

Dengan pendekatan yang humanis dan berbasis kolaborasi, Satgas INDO RDB 39-F berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai kekuatan pemelihara perdamaian yang adaptif, tanggap, dan solutif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *