Uncategorized

Kunjungan Wakil Sekjen PBB ke PMPP TNI

Mr. Lacroix datang berserta 6 orang delegasi lainnya, tiba di Anjungan “Canti Dharma” PMPP TNI pada pukul 11.25 WIB disambut oleh pemberian kain tradisional “Ulos” oleh Komandan PMPP TNI dan dilanjutkan dengan penjelasan mengenai fasilitas dan daerah latihan PMPP TNI yang dipaparkan oleh Mayor Arm Gde Adhy. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan sambutan tari tradisional “Tor-Tor” yang ditampilkan oleh personel Ex Satgas UNAMID dari Yonif Para Raider 330/17/1 Kostrad sebelum memasuki ruang rapat.

Dalam sambutannya, Komandan PMPP TNI menyampaikan terima kasih dan sekaligus selamat datang di PMPP TNI. Komandan menilai bahwa kunjungan dari USG DPO Markas Besar PBB merupakan suatu kehormatan sekaligus kesempatan untuk memberikan suatu gambaran kepada delegasi PBB mengenai komitmen Bangsa Indonesia khususnya TNI didalam operasi pemeliharaan perdamaian dunia (OPPD).

Dalam sambutannya, Komandan PMPP TNI menyampaikan terima kasih dan sekaligus selamat datang di PMPP TNI. Komandan menilai bahwa kunjungan dari USG DPO Markas Besar PBB merupakan suatu kehormatan sekaligus kesempatan untuk memberikan suatu gambaran kepada delegasi PBB mengenai komitmen Bangsa Indonesia khususnya TNI didalam operasi pemeliharaan perdamaian dunia (OPPD).


Pada Sesi yang sama, Mr Lacroix berkesempatan menerima paparan mengenai kerjasama Internasional antara PMPP TNI dengan organisasi dan lembaga militer dan non militer dari beberapa negara sahabat, yang dipaparkan langsung oleh Direktur Pembinaan Kerjasama Internasional dan Informasi PMPP TNI, Kolonel Adm Victor George.

Berlanjut dengan sesi diskusi yang megusung tema “Peacekeepers Talk” , Mr Lacroix berkesempatan untuk memberikan pengarahan di depan sekitar 200 orang yang terdiri dari Ex Military Staff and Observer, Ex Satgas UNAMID dan calon peacekeepers yang tergabung dalam satgas United Nations Peacekeeping Capability Readiness System (UN PCRS) yang akan diberangkatkan ke daerah misi perdamaian.

Sesi diskusi yang dipimpin oleh Dr Shafiah Muhibat, Head of Department of International Relations, Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia, dihadapan sekitar 40 Wanita TNI, Mr Lacroix menjelaskan tentang kebijakan Uniformed Gender Strategy yang terus disosialisasikan mengingat pentingnya peran Female Peacekeepers untuk menetralisir traumatik para korban wanita dan anak akibat konflik didaerah mereka. “Misi Perdamaian saat ini sangat berbeda dengan misi perdamaian 20 tahun yang lalu, dimana saat ini misi yang ada sudah semakin kompleks dan dinamis. Pengalaman dan keberhasilan tugas Indo RDB MONUSCO diharapkan dapat menjadi rujukan bagi Peacekeepers pada seluruh misi perdamaian PBB” ungkap Lacroix.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*