Uncategorized

SEJARAH YANG TIDAK AKAN TERLUPAKAN

Sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia mulai turut serta dalam mengirimkan pasukannya sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian dunia sejak tahun 1957 sampai dengan sekarang, hal ini membuktikan bahwa TNI sebagai alat bangsa telah melaksanakan bentuk pengamalan dari Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan keadilan”.

Dalam menciptakan perdamaian dunia dibutuhkan juga pengorbanan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini, bertempat di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Tentara Nasional Indonesia (PMPP TNI) Komandan PMPP TNI Mayjen TNI Victor Hasudungan Simatupang, M. Bus meresmikan PRASASTI PEACEKEEPER sebagai bentuk penghargaan kepada para personel pasukan perdamaian yang gugur di medan tugas misi perdamaian dunia. (Kamis, 8 April 2021).

“Tujuan peresmian prasasti ini merupakan suatu wujud penghormatan dan penghargaan kita kepada para anggota TNI yang telah gugur dalam memperjuangkan perdamaian dunia sebagai paecekeeper dan sekaligus mengenang kejadian atau peristiwa penting yang pernah dialami saat melaksanakan misi perdamaian dunia, sehingga dapat memotivasi kita sebagai penerusnya untuk selalu berbuat yang terbaik dengan lebih meningkatkan rasa solidaritas diantara sesama komunitas peacekeepers yang bersemboyankan BLUE HELMET IS THE SYMBOL HOPE” Ungkap Mayjen TNI Victor Hasudungan Simatupang, M. Bus.

Turut hadir dalam acara peresmian Wadan PMPP TNI, jajaran Komandan, Direktur dan Staf PMPP TNI, Komandan Satgas BGC XXXIX-B/Monusco dan Komandan Satgas Kizi XX-Q/Monusco. Dengan memohon ridho Tuhan Yang Maha Esa maka acara peresmian PRASASTI PEACEKEEPER berjalan lancar dengan penuh hikmat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*