Uncategorized

Salah Satu Kelompok Bersenjata Terbesar Raia Mutomboki Ndarumangga beserta 33 Pengikutnya Menyerahkan Diri Kepada Satgas Indo RDB XXXIX-C

Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-C Rapidly Deployable Battalion (RDB) Mission de I’Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo (MONUSCO) kembali menorehkan prestasi, Satgas ini berhasil menurunkan 34 Orang Milisi termasuk didalamnya 1 Orang Milisi Wanita dengan senjata api jenis AK 47 sebanyak 18 pucuk, RL (Rocket Launcher) sebanyak 2 pucuk, Mortir 60 sebanyak 1 pucuk, SMR (Senjata Mesin Ringan) sebanyak 1 pucuk, Spread (Tombak) sebanyak 1 buah, Magazen sebanyak 20 Buah, Munisi kal 7.62 sebanyak 122 butir, Munisi kal 5.56 sebanyak 365 butir, Granat RPG sebanyak 1 Buah. Rabu (21/4).

Penjemputan 34 Orang Milisi ini dipimpin langsung oleh Komandan Satgas Indo RDB XXXIX-C Kolonel Inf Sandi Kamidianto yang bertempat di Maiminggi. Seluruh milisi yang turun ini merupakan Kelompok Milisi Raia Mutomboki Ndarumangga dengan ketua pimpinan milisi bernama Mr. Munyololo Mbao Ndarumangga, yang merupakan salah satu Kelompok Bersenjata terbesar yang berada di wilayah Maiminggi dengan sepak terjang yang tidak boleh diremehkan.

Dengan melalui pendekatan persuasif dan dialog dengan para pemangku adat di daerah Maiminggi serta melaksanakan berbagai kegiatan patroli rutin disertai kegiatan Civil Military Coordination (Cimic) di wilayah Area of Resposibility (AoR) Indo RDB berhasil meyakinkan para milisi untuk kembali ke masyarakat dan menyerahkan senjata mereka kepada MONUSCO. Kemudian Milisi beserta senjata mereka diserahkan kembali kepada staf Monusco dalam hal ini Disarmament Demobilization Reintegration (DDR) untuk dilaksanakan proses lebih lanjut sesuai ketentuan UN. Dengan turunnya RM. Ndarumangga dari persembunyiannya, kemudian menyerahkan diri ke pihak Indo RDB XXXIX-C, maka kelompok Bersenjata RM. Ndarumangga sudah tidak ada lagi.

Komandan Satgas Indo RDB XXXIX-C menyampaikan bahwa, dalam operasi penjemputan milisi wanita ini melibatkan tim Female Engagement Team (FET) atau Kartini Indonesia. Tim FET ini dilibatkan untuk memberikan rasa aman dan dapat leluasa bercerita sesama wanita, dapat berbagi pengalaman apa saja yang sudah dialami selama bergabung dengan milis RM. Ndarumangga karena diantara Milisi-milisi pria terdapat 1 orang milisi wanitanya.

Satgas Indo RDB XXXIX-C juga menjelaskan ke masyarakat bahwa kehadiran kami di Afrika Tengah ini dalam rangka melaksanakan mandat MONUSCO yaitu Protection of Civilian (POC).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*