Maritime Task Force (MTF) TNI KONGA XXVIII-M UNIFIL mengikuti upacara virtual yang dilaksanakan live streaming (siaran langsung) dari Istana Merdeka, Jakarta
Uncategorized

PRAJURIT SATGAS MTF TNI KONGA XXVIII-M UNIFIL MENGIKUTI UPACARA HUT TNI KE-76 PUKUL 03.45 DINI HARI

Pada pukul 03.45 LT (Waktu dini hari Lebanon) prajurit KRI Sultan Iskandar Muda-367 (KRI SIM-367) yang tergabung dalam SATGAS Maritime Task Force(MTF) TNI KONGA XXVIII-M UNIFIL mengikuti upacara virtual yang dilaksanakan live streaming (siaran langsung) dari Istana Merdeka, Jakarta. Upacara Peringatan HUT TNI Ke-76 dengan tema “Bersatu, Berjuang, Kita Pasti Menang” ini dilaksanakan di geladak haluan KRI SIM-367 secara virtual dipimpin oleh Inspektur Upacara Presiden Republik Indonesia yaitu Ir.H.Joko Widodo, dengan perbedaan waktu 4 jam lebih lambat dari waktu di Indonesia. Beirut (05/10/2021)

Wakil Komandan Satgas (Wadansatgas) MTF TNI Konga XXVIII-M/UNIFIL sekaligus Palaksa KRI SIM-367 Mayor Laut (P) Novyan memimpin langsung jalannya upacara virtual di KRI SIM-367. Ditempat yang berbeda, Komandan KRI SIM-367 Letkol Laut (P) Abdul Haris, S.E., M.M.D.S. selaku Komandan SATGAS (Dansatgas) Maritime Task Force(MTF) TNI KONGA XXVIII-M UNIFIL mengikuti upacara virtual bersama Komandan Kontingen Garuda Kolonel Inf Amril Haris Isya Siregar dan seluruh Dansatgas lainnya, serta dilanjutkan Video Conference bersama Presiden Republik Indonesia Ir.H.Joko Widodo. Dalam pelaksanaan upacara di KRI SIM-367, seluruh prajurit tampak semangat dan sangat antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian upacara tersebut meskipun dilaksanakan pada waktu dini hari dan dengan tetap mengutamakan protokol Covid-19.

“TNI harus sigap dalam menghadapi berbagai ancaman. Kesigapan TNI dalam menghadapi spektrum ancaman yang lebih luas seperti pelanggaran kedaulatan pencuri kekayaan alam di laut, radikalisme, terorisme, ancaman siber dan ancaman biologi termasuk ancaman bencana. Karena itu, penguatan budaya strategis perwira TNI harus menjadi fondasi utama, TNI harus bisa menjadi transformasi pertahanan yang menunggal dengan rakyat, sistem keamanan rakyat yang defensif aktif, pertahanan berlapis dan memanfaatkan lompatan teknologi militer dan investasi pertahanan yang terencana”, Pesan yang dilontarkan Presiden Republik Indonesia Ir.H.Joko Widodo didalam amanatnya.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Haris menyampaikan walaupun adanya perbedaan waktu sampai dengan 4 jam antara Indonesia dan Lebanon tidak menjadi penghalang bagi seluruh Prajurit KRI SIM-367 dalam mengikuti jalannya seluruh rangkaian upacara sampai dengan selesai. Sejalan dengan amanat Upacara Presiden Republik Indonesia Ir.H.Joko Widodo bahwa kita sebagai prajurit TNI harus selalu menunjukkan profesionalisme dalam setiap penugasan, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk alutsista telah digunakan dan dikerahkan dalam menunaikan setiap tugas yang diberikan, serta dimanapun kita ditugaskan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*